DINAMIKA SELF-ESTEEM PADA EMERGING ADULTHOOD YANG FATHERLESS

Abdiel Serafino Iskandar, Eli Prasetyo, Happy Cahaya Mulya

Abstract


Fatherless adalah kondisi anak tumbuh dengan tanpa keterlibatan ayah kandung (fisik, emosional dan spiritual) dikarenakan meninggal, perceraian, ataupun permasalahan pernikahan. Kurangnya secure attachment dari ayah berdampak pada perkembangan self-esteem ke arah negatif, khususnya anak laki-laki. Self-esteem adalah evaluasi diri secara positif maupun negatif. Rendahnya self-esteem dari masa kanak-kanak akan mempengaruhi hingga fase perkembangan berikutnya (Emerging adulthood). Tujuan penelitian ini untuk melihat dinamika self­-esteem (positif dan negatif) emerging adulthood fatherless (perceraian). Metode kualitatif fenomenologi dan analisis tematik induktif. Informan penelitian ini adalah 2 laki-laki emerging adulthood fatherless sejak usia 3-11 tahun. Peneliti menggolongkan dinamika self-esteem dalam 3 fase, yaitu 1) fase anak-anak (3-11 tahun), 2) fase remaja (12-18 tahun), 3) fase emerging adulthood (18-25 tahun), juga faktor pembentuk self-esteem. Hasil penelitian menyatakan ada penilaian diri negatif yaitu kurang percaya diri, tetapi juga ada penilaian diri positif yaitu pribadi yang adaptif dan resilient. Penerimaan dari individu sebaya, relasi keluarga, pemaknaan pribadi pada kondisi fatherless-nya, menjadi faktor yang membentuk self-esteem. Jadi tidak selalu, individu fatherless akan menilai diri negatif lalu terpuruk. Penilaian diri positif membuat individu semakin kuat menjalani tantangan hidup.


Save to Mendeley


Keywords


Fatherless; Emerging Adulthood; Self-Esteem; Laki-laki

Full Text:

PDF

References


Adnan, A. Z., Fatimah, M., Zulfia, m., & hidayati, f. (2016). Pengaruh dukungan sosial terhadap harga diri remaja desa wonoayu kecamatan wajak. Psikoislamika : jurnal psikologi dan psikologi islam, 13(2), 53. Https://doi.org/10.18860/psi.v13i2.6442

Annur, c. M. (2022). Kasus perceraian meningkat 53%, mayoritas karena pertengkaran. Databoks.katadata.co.id. Https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/02/28/kasus-perceraian-meningkat-53-mayoritas-karena-pertengkaran#:~:text=angka perceraian di indonesia (2017-2021)&text=menurut laporan statistik indonesia%2c jumlah,banyak menggugat cerai ketimbang suami.

Aridarmaputri, G. S., Akbar, S. N., & yunairrahmah, e. (2016). Pengaruh jejaring sosial terhadap kebutuhan afiliasi remaja di program studi psikologi fakultas kedokteran universitas lambung mangkurat. Jurnal ecopsy, 3(3). 10.20527/ecopsy.v3i1.1937

Arnett, J. J. (2017). Adolescence and emerging adulthood: a cultural approach. (sixth edit). Pearson education. Https://doi.org/10.1016/s0140-1971(03)00008-3

Ashari, Y. (2018). Fatherless in indonesia and its impact on children’s psychological development. Psikoislamika : jurnal psikologi dan psikologi islam, 15(1), 35–40. Https://doi.org/10.18860/psi.v15i1.6661

Balcom, D. A. (1998). Absent fathers : effects on abandoned sons. The journal of men’s studies, 6(3), 283–296.

Cartwright, C. (2006). You want to know how it affected me ? Young adults ’ perceptions of the impact of parental divorce. Journal of divorce & remarriage, 44(3–4), 37–41. Https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1300/j087v44n03_08 please

Feist, J., & Feist, G. J. (2008). A theory of personality (seventh ed). Mc graw

hill. Https://doi.org/10.1037/h0075794

Fitroh, S. F. (2014). Dampak fatherless terhadap prestasi belajar anak. Jurnal pg paun trunojoyo, 01(02), 76–146.

Flouri, E., Narayanan, M. K., & Midouhas, E. (2015). The cross-lagged relationship between father absence and child problem behaviour in the early years. Child: care, health and development, 41(6), 1090–1097. Https://doi.org/10.1111/cch.12236

Hill, V. Z.-. (2013). Self-esteem (e. R. B. Arjan (ed.)). Psychology press.

Ikiz, f. E., & cakar, f. S. (2010). Perceived social support and self-esteem in adolescence. Procedia social and behavioral science, 5, 2338–2342. Https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2010.07.460

Jadon, P. S., & Tripathi, S. (2017). Effect of authoritarian parenting style on self esteem of the child : a systematic review. Ijariie, 3(3), 909–913. Https://citeseerx.ist.psu.edu/document?Repid=rep1&type=pdf&doi=1dbe3c4475adb3b9462c149a8d4d580ee7e85644

Jelita, N. Su. D., Purnamasari, I., & Basyar, M. A. K. (2021). Dampak bullying terhadap kepercayaan diri anak. Refleksi edukatika : jurnal ilmiah kependidikan, 11(2), 232–240. Http://jurnal.umk.ac.id/index.php/re

Kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dan badan pusat statistik. (2019). Profil anak indonesia tahun 2019. Kementerian pemerdayaan perempuan dan perlindngan anak (kpppa), 378. Https://www.kemenpppa.go.id/lib/uploads/list/15242-profil-anak-indonesia_-2019.pdf

Kumalasari, D. R., hartini, s., & lusmilasari, l. (2022). Hubungan antara keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan regulasi emosi remaja. Universitas gadjah mada.

Kume, T. (2015). The effect of father involvement in childcare on the psychological well-being of adolescents: a cross-cultural study. New male studies: an international journal, 4(1), 38–51.

Lamb, M. E. (2010). The role of the father in child development (fifth

edit). John wiley & sons, inc.

Lemonda, C. S. T., & Cabrera, N. (2002). Handbook of father involvement multidisciplinary perspectives. Lawrence erlbaum associates, inc.

Mamesah, M., & Kusumawardhani, D. D. (2020). Gambaran penerimaan diri siswa yang mengalami perceraian orangtua. Insight: jurnal bimbingan konseling, 9(2), 138–149. Https://doi.org/10.21009/insight.092.04

Masyhari, F. (2017). Pengasuhan anak yatim dalam prespektif pendidikan islam. Jurnal manajemen dan pendidikan islam, 2(2), 233–251.

Mclanahan, S., Tach, L., & Scheneider, D. (2014). The causal effect of father absence. Annu rev sociol, 39(5), 399–427. Https://doi.org/10.1146/annurev-soc-071312-145704.the

Miller, J. L. (2011). The relationship between identity development processes and psychological distress in emerging adulthood. In proquest. The george washington university.

Miller, T. W. (1984). Paternal absence and its effect on adolescent self-esteem. International journal of social psychiatry, 30(4), 293–296. Https://doi.org/10.1177/002076408403000406

Minarni, L., & Sudagijono, J. (2015). Dukungan keluarga terhadap perilaku minum obat pada pasien skizofrenia yang sedang rawat jalan. Experientia, 3(2), 13–22. Http://jurnal.wima.ac.id/index.php/experientia/article/view/904/877

Moore, E. K. (2019). Kid confidence hel your child make friends, build resilience, and develop real self-esteem. New harbinger publication.

National Fatherhood Initiative. (2022). The father absence crisis in america. Www.fatherhood.org. Https://135704.fs1.hubspotusercontent-na1.net/hubfs/135704/2022 strengths based infographics/nfifatherabsenceinfographic.pdf

Neuman, W. (2014). Basic of sosial research: qualitative and quantitative approaches (third edit). Pearson education.

Nurrohmah, & Subiyantoro. (2020). Kecenderungan pola perilaku agresif dan eksplosif remaja (study kasus perilaku delinkuensi pelajar di yogyakarta, perspektif sosio-religius-edukatif). Jurnal pendidikan agama islam, 6(1), 106–125. Http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/tadrib/article/view/3287/3244

Pinquart, M., & Gerke, D. C. (2019). Associations of parenting styles with self-esteem in children and adolescents : a meta-analysis. Journal of child and family studies, 28. Https://doi.org/10.1007/s10826-019-01417-5

Praptomojati, A. (2018). Dinamika psikologis remaja korban perceraian: sebuah studi kasus kenakalan remaja. Jurnal ilmu perilaku, 2(1), 1. Https://doi.org/10.25077/jip.2.1.1-14.2018

Rahayu, F. (2023). Dampak perceraian orang tua pada anak usia sekolah dasar ( study kasus di sdn 2 sokong kecamatan tanjung ). Jurnal papeda, 5(1), 1–8.

Rahayu, P. P., & Hartati, S. (2015). Dukungan sosial ayah dengan penyesuaian sosial pada remaja laki-laki. Jurnal empati, 4(4), 334–339. Https://doi.org/https://doi.org/10.14710/empati.2015.14366

Risnawati, E., Nuraqmarina, F., & Wardani, L. M. I. (2021). Peran father involvement terhadap self esteem remaja. Psympathic : jurnal ilmiah psikologi, 8(1), 143–152. Https://doi.org/10.15575/psy.v8i1.5652

Saepulloh, R. (2017). Mensos: indonesia ranking 3 fatherless country di dunia. Www.warta ekonomi.co.id. Https://www.wartaekonomi.co.id/read149193/mensos-indonesia-ranking-3-fatherless-country-di-dunia .html

Santrock, J. . (2014). Adolescence (fifteenth). Mcgraw-hill education.

Santrock, J. W. (1972). Relation of type and onset of fatheraabsence to cognitive development. Child development, 43(2), 455–469. Https://doi.org/10.2307/1127548

Santrock, J. W. (2013). Life-span development. In boston, ma (fourteenth). Mc graw hill.

Sari, D. S., & Utami, M. S. (2022). Gratitude cognivite behavior therapy untuk meningkatkan harga diri remaja korban perceraian. Gadjah mada journal of professional psychology (gamajpp), 8(1), 128. Https://doi.org/10.22146/gamajpp.59591

Sativa, A. R., & Helmi, A. F. (2013). Syukur dan harga diri dengan kebahagiaan remaja. Jurnal wacana, 5(2). Https://doi.org/https://doi.org/10.13057/wacana.v5i2.9

Schieman, S., Bierman, A., Upenieks, L., & ellison, c. G. (2017). Love thy self ? How belief in a supportive god shapes. Review of religious research, 59. Https://doi.org/10.1007/s13644-017-0292-7

Shinn, M. (1978). Father absence and children’s cognitive development. Psychological bulletin, 85(2), 295–324. Https://doi.org/10.1037/0033-2909.85.2.295

Sidabalok, R. N., Marpaung, W., & Manurung, Y. S. (2019). Optimisme dan self esteem pada pelajar sekolah menengah atas. Philanthrophy journal of psychology, 3(1), 48–58.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan r & d. Penerbit alfabeta.

Sundari, A. R., & Herdajani, F. (2013). Dampak fatherless terhadap perkembangan psikologis anak. Prosiding seminar nasional parenting 2013, 53(9), 1689–1699.

Surasa, I. N., & Murtiningsih. (2021). Hubungan dukungan sosial teman

sebaya terhadap harga diri remaja di smpn 258 jakarta timur. Borneo nursing journal (bnj), 3(1), 14–22.

Tetan, M. J. (2013). Hubungan antara self esteem dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa angkatan 2010 fakultas psikologi universitas surabaya. Calyptra : jurnal ilmiah mahasiswa universitas surabaya, 2(1), 1–17.

Wardono, S. D. L. (2016). Hubungan antara keterlibatan ayah dengan harga diri pada remaja laki-laki [universitas kristen satya wacana salatiga]. Https://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/10151/2/t1_802012051_full text.pdf

Wibiharto, B. M. Y., Setiadi, R., & Widyaningsih, Y. (2021). Relationship pattern of fatherless impacts to internet addiction, the tendency to suicide and learning difficulties for students at sman abc jakarta. Society, 9(1), 264–276. Https://doi.org/10.33019/society.v9i1.275

Willig, C. (2013). Introducing qualitative research in psychology (third edit). Mcgraw-hill education.

Yudiono, U., & Sulistyo, S. (2020). Self-esteem : faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jurnal penelitian dan evaluasi pendidikan, 8(2), 99–105.

Yurni. (2015). Perasaan kesepian dan self-esteem pada mahasiswa. Jurnal ilmiah universitas batanghari jambi, 15(4), 123–128.




DOI: https://doi.org/10.33508/exp.v11i2.5122