Aktivitas Imunomodulator Ekstrak n-Heksana, Etil Asetat, dan Metanol Biji Jinten Hitam (Nigella sativa L.)

Rini Prastiwi, Kisrini ., Anwar Iqbal, Aprina Kristi

Abstract


Jinten hitam (Nigella sativa L.) adalah tanaman yang memiliki aktivitas imunomodulator. Kandungan biji jinten hitam adalah minyak atsiri, alkaloid, saponin, tanin, polifenol dan minyak lemak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efek imunomodulator ekstrak biji jinten hitam dengan parameter fagositosis makrofag dan peningkatan imunoglobulin G. Penelitian menggunakan 30 ekor mencit balb/c yang dibagi ke dalam 6 kelompok. Kelompok I diberi ekstrak n-heksana dengan dosis 1,6843 mg/20 gBB, kelompok II diberi eksrak etil astat dosis 0,2682 mg/20 gBB, kelompok III diberi eksrak metanol dosis 0,4272 mg/20 gBB, kelompok IV kontrol positif menggunakan Imboost® dosis 0,065 mg/20 gBB, kelompok V diberi CMC 0,5%, dan kelompok VI kontrol negatif siklofosfamid dosis 2 mg/20gBB. Ekstrak diberikan selama 21 hari, hari ke-7 dan hari ke-14 masing-masing mencit diinjeksikan SRBC (Sheep Red Blood Cells) intraperitoneal. Pada hari ke-21 darah mencit diambil untuk diambil serumnya, kemudian kadar IgG diperiksa dengan ELISA reader. Fagositosis makrofag dilihat berdasarkan aktivitas dan kapasitas makrofag dari sediaan apus cairan intraperitoneal, dengan menghitung persentase 100 makrofag yang melakukan fagositosis. Kapasitas fagositosis ditetapkan berdasarkan jumlah lateks yang difagositosis oleh 50 makrofag aktif. Hasil yang didapatkan ekstrak biji jinten hitam memiliki potensi sebagai imunomodulator dan ekstrak n-heksana memiliki potensi yang tinggi sebagai imunostimulator diban-dingkan ekstrak lain dengan hasil rata-rata presentasi aktivitas fagositosis makrofag 89,5% dan kapasitas fagositosis makrofag 1204 lateks, begitu juga hasil dengan uji IgG.
Kata kunci: jinten hitam, imunomodulator, IgG, makrofag.

Save to Mendeley


Full Text:

PDF 45-49