Distribusi Dan Pola Kepekaan enterobacteriaceae Dari Spesimen Urin Di RSUD DR. Soetomo Surabaya Periode Januari – Juni 2015

Silvia Sutandhio, Lindawati Alimsardjono, Maria Inge Lusida

Abstract


Latar Belakang: Bakteri penyebab infeksi saluran kemih (ISK) didominasi oleh Enterobacteriaceae. Idealnya, setiap rumah sakit memiliki peta kuman dan pola kepekaan sendiri untuk digunakan sebagai panduan terapi empirik dan monitor penyebaran bakteri multiresisten. Hasil kultur urin, yang merupakan pemeriksaan penunjang untuk diagnosis dan pemilihan terapi antimikroba definitif, dapat dimanfaatkan untuk tujuan tersebut. Metode: Spesimen urin dikultur pada media isolasi primer, lalu diidentifikasi secara manual dan sistem semi-otomatis, yaitu BD Phoenix dan Vitek 2, yang telah dikonfirmasi dengan Clinical and Laboratory Standards Institute 2015. Hasil: Sebanyak 57.2% dari 1983 isolat hasil kultur teridentifikasi sebagai Enterobacteriaceae, dengan spesifikasi: 59.6%, 18.1%, 0.1%, 10.0%, dan 3.8%, berturut-turut untuk Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Klebsiella oxytoca, Enterobacter spp., dan Proteus spp. Lebih dari 50% isolat Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, dan Klebsiella oxytoca merupakan penghasil Extended-Spectrum Beta Lactamase (ESBL). Kesimpulan: Enterobacteriaceae yang diisolasi umumnya resisten terhadap Ampisilin dan Sefalosporin generasi I, tetapi masih sensitif terhadap antimikroba golongan Karbapenem dan Aminoglikosida. Antimikroba golongan Karbapenem, yang merupakan pilihan terakhir pada kasus infeksi oleh Enterobacteriaceae multiresisten, hanya boleh diresepkan bila sesuai dengan indikasi, untuk mencegah timbulnya organisme resisten Karbapenem.

Save to Mendeley


Full Text:

PDF