Bertarung Makna Ala Media ( Analisis Framing Pemberitaan Konflik Pasca Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya Dalam Surat Kabar Harian Pos Kupang Dan Harian Pagi Timor Express)

Merlina Maria Barbara Apul

Abstract


Penelitian ini mengungkap bagaimana dua surat kabar lokal di Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni SKH Pos Kupang dan Harian Pagi Timor Express (Timex) membingkai konflik pasca pilkada di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Peneliti menggunakan metode analisis framing model Entman untuk melihat pembingkaian yang dilakukan dua media lokal ini dalam memberitakan konflik pilkada Kabupaten SBD. Hal ini berkaitan dengan bagaimana SKH Pos Kupang dan
Timex menyeleksi isu, dan melakukan penonjolan aspek tertentu dari isu, yang terkait dengan konflik tersebut. Dengan analisis framing model Entman, peneliti menemukan dua frame besar yang mewakili SKH Pos Kupang dan Timex ketika membingkai peristiwa. Dua frame ini sejatinya memperlihatkan bagaimana peristiwa yang sama dilihat secara berbeda oleh dua media. SKH Pos Kupang yang cenderung melihat konflik sebagai bentuk dari kesengajaan KPU SBD sebagai lembaga resmi penyelenggara pemilu. Hal ini ditunjukkan dengan menonjolkan fakta penggelembungan suara. Sebaliknya Timex, membingkai konflik yang merupakan bentuk dari ketidakberdayaan KPU SBD sebagai penyelenggara pemilu. Ini ditunjukkan Timex
dengan menonjolkan kelalaian KPU SBD yang hanya menempatkan dirinya sebagai ”tukang rekapitulasi”. Dua frame ini ditonjolkan SKH Pos Kupang dan Timex dengan menggunakan perangkat penalaran tertentu guna memperkuat basis pembenaran masing-masing.

Save to Mendeley


Keywords


Frame, Analisis Framing, Berita, Konflik Pilkada

Full Text:

PDF