HUBUNGAN SUBSTITUSI DEBT POLICY, INSIDER OWNERSHIP, DAN DIVIDEND POLICY DALAM MEKANISME PENGAWASAN MASALAH AGENSI DI INDONESIA

STEFANIE SUZANE

Abstract


Sebagian besar perusahaan go public di Indonesia masih dimiliki secara mayoritas oleh keluarga pendiri perusahaan dan keluarga pendiri ini terlibat dalam manajerial perusahaan. Kondisi ini memunculkan masalah agensi antara pemegang saham mayoritas, yang juga sebagai manajer perusahaan, dengan pemegang saham minoritas. Ada 3 alternatif cara untuk mengatasi masalah agensi tersebut, yaitu Debt Policy, Dividend Policy dan Insider Ownership. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan substitusi antara Debt Policy, Dividend Policy dan Insider Ownership dalam mekanisme pengawasan masalah agensi di Indonesia.
Sebanyak 27 perusahaan yang go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2007 sampai 2010, dan membagikan dividen serta memiliki insider ownership dipilih sebagai sampel penelitian ini. Menggunakan teknik analisis regresi simultan Two Stage Least Square (TSLS) dengan variabel endogen, yaitu Debt, Dividend, dan Insider Ownership, serta variabel eksogen, yaitu Fixed Asset, Profit, Risk, Growth, Institutional Ownership, Size diketahui bahwa hubungan substitusi hanya terdapat antara Dividend dan Debt. Tetapi hubungan substitusi yang yang terjadi antara Dividend dengan Debt hanya satu arah yaitu Debt dapat menggantikan Dividend sedangkan Dividend tidak dapat menggantikan Debt karena pengaruh Dividend terhadap Debt bersifat negatif tetapi tidak signifikan. Sedangkan antara Insider Ownership dengan Debt dan Dividend tidak terdapat hubungan substitusi.

Save to Mendeley


Full Text:

PDF