Pembuatan Kompos Secara Aerob Dengan Bulking Agent Sekam Padi

Christina Maria Dewi, Dewi Mustika Mirasari, . Antaresti, Wenny Irawati

Abstract


Pengomposan merupakan suatu proses biologis oleh mikroorganisme yang mengubah sampah padat menjadi bahan yang stabil menyerupai humus. Pengolahan sampah untuk pembuatan kompos sudah mulai dilakukan tetapi umumnya menggunakan sistem konvensional dengan metode windrow yang memerlukan waktu yang lama.
Untuk mengatasi kendala pembuatan kompos secara konvensional, pada penelitian ini akan dipelajari pembuatan kompos dari sampah organik sisa sayuran dari pasar tradisional dengan metode in vessel non flow reactor. Dengan metode ini aerasi dapat ditingkatkan sehingga proses pengomposan dapat dipercepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh rasio C/N dan aerasi pada metode in vessel non flow reactor. Pada proses pengomposan digunakan sampah sayur hijau, sekam padi, dan tongkol jagung dengan variasi komposisi berturut-turut 3:1:1, 8:1:1, 15:1:1 dan 30:1:1 dan variasi aerasi (forced aeration dan natural aeration). Variabel-variabel yang diamati adalah suhu kompos, kadar air, kadar C, dan kadar N. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa kompos dengan komposisi sampah sayur hijau : sekam padi:
tongkol jagung = 3 : 1 : 1 dengan menggunakan forced aeration mengalami penurunan rasio C/N terbesar, yaitu dari 56,60 menjadi 15,84. Pada saat pengomposan, suhu tertinggi yang dapat dicapai adalah 37,1oC. Kompos ini dapat matang dalam 20 hari dan mempunyai tekstur menyerupai tanah.

Save to Mendeley


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.33508/wt.v6i1.1229